Tim BRMP Sulawesi Utara Menyusuri Lahan Untuk Bahan Knowledge Management
Warisa Kampung Baru-Tim Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Utara (BRMP Sulut) turun lapangan untuk menggali bahan Knoweledge Management (KM) pada Rabu (24/12).
Kegiatan pengumpulan bahan KM dilakukan di lahan Koperasi Usaha Tani Warisa (UTW) yang diketuai oleh Yohan Dodoo. Koperasi tersebut beralamat di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara.
Koperasi Usaha Tani Warisa berdiri tahun 2024, tepatnya pada Bulan Juli. Koperasi memiliki anggota sebanyak 60 petani. Koperasi ini terbentuk dari perkumpulan 4 kelompok tani meliputi Mapalus, Beriman, Sukamaju, dan Gotong Royong.
Tim BRMP Sulut bersama Ketua UTW menyusuri lahan dan melewati jembatan-jembatan kecil yang hanya terbuat dari rangkaian bambu atau batang daun kelapa. Rangkaian tersebut berada di atas genangan air atau mata air.
Lahan-lahan yang dikunjungi untuk bahan KM antara lain lahan yang habis olah tanah, dan lahan penanaman jagung di berbagai umur. Selain itu, juga lahan yang telah dilakukan pemupukan, lahan yang telah dilakukan panen jagung, dan tempat fufu atau pengasapan daging kelapa.
Kegiatan Koperasi UTW merupakan kegiatan penanaman jagung di antara kelapa. Oleh karena itu, Tim BRMP Sulut menggali informasi dari dua komoditas, baik jagung maupun kelapa.
Informasi yang digali dikumpulkan dalam bentuk dokumentasi berbentuk video. Di lapangan, Tim BRMP Sulut juga menjumpai petani, bahkan petani yang baru akan masuk menjadi anggota Koperasi UTW.
Berbagai informasi dikumpulkan untuk melihat dampak perubahan berusaha tani, baik jagung dan kelapa. Kegiatan tersebut untuk melihat perbedaan sebelum dan ketika Kegiatan ICARE masuk di daerahnya.
Perubahan budidaya jagung yang tampak terlihat, antara lain terdapatnya pengolahan tanah, pemupukan dan penanganan hama penyakit yang sebelumnya semuanya bergantung pada alam atau dibiarkan saja. Selain itu, juga peningkatan produktivitas baik jagung maupun kelapa.
Sedangkan dampak di tanaman kelapanya terlihat pada peningkatan jumlah kelapa per tandan menjadi di atas 10 buah. Hal itu juga tampak pada penambahan unit tempat pengasapan daging kelapa untuk dijadikan kopra (tempat fufu) menjadi dua kali lipat atau lebih.
Pengambilan video terkait dampak Kegiatan ICARE terhadap budidaya jagung bahkan produksi kelapa, diakhiri dengan pengambilan shoot dari pernyataan Yohan. Pengambilan shoot tersebut dilakukan di koperasi dengan gantungan papan bertuliskan ICARE tepat di belakangnya.